Perahu Kertas-pun Tak Ingin Tenggelam


perahu kertas

Malam sudah mulai larut, dan kalut bosan pun mulai  menghampiri. Ingin rasanya seperti anak kecil melihat acara telavisi yang lucu-lucu kemudian ketawa ketiwi dengan suara kencang, atau bernyayi-nyanyi dimalam hari dengan lagu yang kita suka, akan tetapi hal itu sudah tidak lagi pantas. Hanya bisa memandang kolam dari balik jendela yang gelap, berharap ada teman kecil yang bisa diajak bermain perahu kertas dan diatasnya diberi lilin sebagai penerang. Mungkin itu akan lebih meriah. Tanpa ada orang luar yang sengaja membuat jarak diantara kami saling menjauh satu dengan yang lain karena merubah prinsip pandangan orang tersebut. Teman yang baik bukankan teman yang menerima apa adanya, tidak menjauhkan ataupun membuat celah antara satu sisi dengan sisi yang lain. Teman yang baik sebaiknya justru bisa menjadi lem perekat antara sisi. Bukan mencari apa yang mereka ingin sementara meninggalkan orang yang selama ini menjaga, merawat dan yang menjadi segalanya untuk anda. Memang benar selama ini saya bukan apa-apa bagi anda. Tapi setidaknya dulu anda pernah berkata  dari A-Z yang itu seolah-olah tanpa anda dunia tak akan menjadi sempurna bahkan tak ada artinya.

Seperti perahu kertas yang mengangkut lilin itu, diawal mungkin masih bisa berdiri diatas air bertahan dari prinsip kapilaritas. Namun seiring berjalannya waktu, kertas itu pasati akan basah juga hancur tak ka berbentuk, sementara lilin masih menyala dalam gulita. Dalam Setiap diam hanya bisa berharap, bisa menemukan cahaya terang agar bisa kembali tersenyum pada diri sendiri, senang pada si perahu kecil yang telah mampu bertahan diatas air dengan membawa potongan kecil lilin kecil tuk menerangi setiap temaram tanpa melukai yang lain karena jikalau sakit pasti ada kalanya yang tersakiti, namun pabila ada yang  terluka, luka pastilah ada rasa sakit dan bisa saja  dihilangkan dengan yang lain, tapi menghilangkan bekas luka itu sesuatu yang sangat spesial.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s