Kangen si Buah Murbei


Dulu kalau pulang ke tanah kelahiran emak,,, pohon murbei itu banyak dan gedhe-gedhe pula. Itu cuma dianggurin sama penduduk sekitar pol mentok buahnya dipakai buat kasi makan oceh-ocehan. Daun dahan dan rantinya yang masih muda paling dikasi ke si embek biar cepet gedhe dan bisa  cepet dijual. Kalau di kota malah daun murbei itu untuk pakan si ulat sutra, tapi sebenarnya daun murbei yang masih itu bisa untuk dimasak. Malah bisa mengurangi sembelit. kalau buahnya yang sudah matang berwarna ungu itu manis, tapi hati-hati biasannya didalamnya ada penunggu alias si ulat kecil :). Maka dari itu dulu si emak ingin punya pohon murbei di belakang rumah karena daun yang masih muda bisa dimasak sebagai ganti sayur bayam, yang lebih penting manfaatnya lebih banyak dari pada pajang tanaman hias yang mahal dan kita belum tentu telaten bisa ngerawatnya. Kalaupohon ini tidak perlu perawatan ekstra.buah murbei

Untuk penanaman tanaman ini termasuk mudah, cukup ambil batang yang sudah tua dan dipotong seperti cara menanam tanaman ketela itu.  di tanam di belakang rumah tak perlu area yang luas sudah bisa punya tanaman sehat.  Sayang sekarang murbei yang ada di belakang rumah kurus kering dan tak bisa dipetik daunnya. Kalah sama hama putih kecil-kecil nempel di ranting dan daun, lama-lama tanaman itu mati,,,, 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s