Diam Ku


Diam bukan berati setuju akan semua perkataan anda yang sepertinya menyudutkan saya, hanya saja saya ingin meredam rasa yang tak mungkin anda rasakan sampai kapanpun itu,

Saya tidak pernah ada di posisi anda dan anda juga demikian, tapi bukan berarti setiap segala sesuatu yang anda lihat kemudian anda tarik benang merah alias mengambil kesimpulan sendiri. Tanpa melihat sisi lain dari sudut pandang anda. Mungkin anda lupa pernah mengajarkan bahwa selembar uang kertas memiliki dua sisi, tapi mengapa selalu satu sisi saja yang anda lihat. tanpa melihat dari mana selembar uang itu didapat, bagai mana dia menyimpan dan menjaganya agar tak mengganggu orang lain dan menimbulkan hal yang tak sepantasnya untuk diperdebatkan, dimana hal itu sampai detik ini anda menganggap tak pantas dengan barometer yang anda pelajari dan anda kuasai tentunya.

Asap memang tak akan tampak jikalau tak ada api yang menyala. dan kutu yang ada luar tumpukan jerami yang pertama kali melihat asap dari jerami yang sudah terpercik api. Dalam posisi apapun, setidaknya carilah dimana titik api itu. bukan malah membiarkan percikan api berkobar di dalam jerami yang justru akan menimbulkan semakin pekatnya asap.

Hidup memang tak pernah berjalan mulus, belajar lah dari alam. Tanaman memang butuh pupuk agar tetap subur, tumbuh tinggi lebat daun serta buahnya, berdiri kokoh memberi manfaat tuk mereka yang ada di sekitar pohon itu. Dan bukankan tanaman apabila terlalu banyak pupuk (over dosis) ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama tanaman akan mati sebelum tumbuh berkembang atau tanaman itu akan bertahan hidup dengan memiliki sifat yang berbeda dengan indukannya akibat pemberian pupuk yang tak sewajarnya.

Yaaa,,,, manusia memang makhluk yang paling sempurna karena mereka memiliki empati dan akal pikiran dan tak bisa dibandingkan dengan “selembar uang kertas” ataupun “tanaman”, sampai kapanpun manusia harus belajar. Bukan hanya belajar eksak serta merta duduk manis di bangku sekolah. Lalu kapan anda belajar bertegur sapa secara sopan dan santun dengan sanak keluarga, tetanga dekat rumah, teman kantor, lingkungan yang lain yang tak mungkin saya sebut satu persatu. πŸ™‚

Salam Belajar dan belajar sampai titik darah penghabisan
setiap hari pasti ada kebahagiaan tanpa kita sadari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s