Heran Terdiam Seribu Bahasa


Heran, Terdiam seribu bahasa itu adalah yang saya rasakan ketika sedang bermain ke salah satu pasar wisata bunga di daerah Yogyakarta, karena beberapa penjual bunga menjual bunga racun. Bunga racun memiliki ciri daun hijau tua dan merah membara pada saat daun masih muda. dan apabila hnya memetik sehelai daunnya saja getah pohon itu banyak dan bisa membuat badan terasa gatal-gatal dibuatnya.

kembang racun

Pohon bunga racun yang sewaktu kecil hingga sekarang masih banyak saya jumpai di tempat kelahiran sayaย  Gunung Kidul, disanalah awal pertama saya melihat tanaman itu. Biasa oleh penduduk setempat digunakan sebagai pagar hidup selain tanaman penghasil pertanian lainnya, dan tidak di sentuh sama sekali dalam artian tidak diperjual belikan. Namun selama saya tinggal di pinggir kota ini,baru kali ini saya melihat tanaman tersebut dikomersialkan, dengan harga yang cukup mahal bagi saya. Dan yang ada dalam pikiran saya hanya satu, kenapa saya tidak menjual tanaman itu ya? padahal di kota tanaman rumput sekecil apapun bisa menjadi uang. Dan satu pot kecil pohon itu seharga 30.000IDR,ย  ๐Ÿ˜€ sunggung inovatif pedagang itu. Dengan modal keuletan dia bisa menjadikan barang yang biasanya tidak bermanfaat menjadi lebih bermanfaat. Serta modal hobbby merawat bunga bisa menghasilkan uang. Patut ditiru ini jika anda ingin menjadi seorang wirausaha atau untuk penghasilan tambahan.

Sekecil apapun benda yang sering kita remehkan sebenarnya membawa manfaat yang lebih,

jika kita bisa mengolah dan tahu peluang mana yang harus dipilih. ๐Ÿ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s