Roket Meluncur di Pandansimo


Minggu 26 Juni 2011 lalu di Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta telah diadakan lomba roket tinggat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Pemerintah Kabupaten Bantul ternyata cukup menyenangkan. Karena selain sebagai sarana untuk memperkenalkan perkembangan sains dan objek wisata kepada khalayak umum itu juga menjadi suatu hiburan yang sangat menyenangkan untuk mengisi hari liburan. Jarang-jarang lomba seperti ini diadakan di yogyakarta karena biasanya diadakan di kota besar lainnya. Selain tema lomba yang menarik lomba juga bertepatan dengan musim libur anak sekolah, jadi tak segan saya mengajak saudara bungsu tuk melihat acara tersebut.

Dalam acara tersebut ternyata banyak warga yang atusias untuk mengikuti jalannya perlombaan tersebut, namun sayang dalam kontes peluncuran roket kemarin saya sebagai penonton hanya bisa melihat roket itu dari dekat garis police line yang terpasang di area lomba. Saya hanya bisa melihat dari kejauhan empat papan penyangga peluncur roket dan dua buah alat pengukur angin di sisi timur dan barat pada batas paling depan lokasi permombaan. KecewaΒ  itu ungkapan saya karena rasa penasaran dengan miniatur rooket made in mahasiswa indonesia itu seperti apa tidak ada jawabnnya, dan lagi-lagi harus melihatnya dengan jelas di internet, tak apalah yang penting happy. Β  Pada saat jalannya perlombaan roket akan diluncurkan ketika sirine dibunyikan dan syuuuutttt si-roket pun melambung ke udara kemudian setelah dalam jarak tertentu akan ada dua buah miniatur parasut turun kebawah berwarna merah dan putih. Dari 7 roket yang diluncurkan yang saya lihat hanya hanya ada 3 roket yang dapat meluncurkan kedua miniatur parasut tersebut. Maklum kami datang kelokasi sudah lumayan siang.

Yang paling disayangkan dalam acara ini penonton umum tidak tahu roket yang sedang diluncurkan itu hasil mahakarya dari siapa dan dari mana, karena tak ada alat pengeras suara yang ditujukan ke penonton umum. Jadi seperti melihat pertunjukan kembang api di siang hari, bedanya ini tak ada warna warninya. Namanya juga nonton gratis, tak apalah yang penting dihari libur ini setidaknya ada hal positif yang bisa saya lakukan bersama saudara dan tidak berkubang di dalam rumah saja πŸ™‚ dam bisa menyaksikan secara langsung perlombaan ini dan semoga saya tak hanya menjadi penonton tapi bisa menjadi peserta lomba :).

Tetap maju pendidikan Indonasia

sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s