Re-memory Goes ke Petilasan Ratu Boko


Bosan, itu kata yang sulit untuk dihindari ketika kami harus berada di rumah dengan rutinitas yang sama.  Dalam benak kami masing-masing entah kenapa terbesit untuk pergi melihat sawah hijau yang terbentang dengan pepohonan yang rindang. hhmmmm sepertinya sangat menyenangkan. Apalagi  untuk menikmati pemandangan seperti itu dengan bersepeda,  dan berdasar itu kami sepakat untuk bersepeda di wilayah yang masih memiliki  persawahan yang cukup luas, yaitu Bantul atau Sleman.

Berhubung pada waktu itu adalah liburan akhir tahun 2010, jadi tak ada salahnya untuk bersepeda ria ke salah satu tempat wisata yang selama ini cukup kami idamkan, yaitu Candi Ratu Boko atau sering juga disebut sebagai Petilasan Ratu Boko. Tempal itu lumayan jauh dari gubuk tempat kami tinggal. Petilasan Ratu Boko secara administrative terletak di Kabupaten Sleman Yogyakarta, terletak kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan. Dengan modal niat dan senang kami 6 orang newbie pesepeda ria muenuju kesana pada pukul 06:30 WIB.

Jalan menuju Petilasan Ratu Boko cukup menyenangkan, karena 90% konsisi jalan yang kami lalui adalah jalan beraspal, dan disepanjang jalan mulai dari daerah maguwo kami mulai menjumpai persawahan yang masih menghijau. Untuk menuju kesana rute yang dilalui adalah pasar bantengan, maguwo, kemudian selusur janan Piyungan Prambanan ke arah utara sampai menemukan rambu penunjuk arah. Dan pada penghujung perjalanan kami sempat tertaih untuk menuju lokasi dikarenakan jalan mulai menanjak ketika memasuki desa wisata budaya Plempoh, dengan senang hati menuntun sepeda, dikarenakan kami mulai tidak sanggub tuk menaiki sepeda. 🙂 tapi itu justru menjadi semangat kami tuk mengenal medan bagai nama bersebeda dalam medan yang ihh wawww,, itu bagi kami.

Setelah kami melihat sendiri puing-puing dari bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran,  salah satu keturunan Wangsa Syailendra, 😕 masih tersirat dengan jelas kemegahan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.  Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Dan kata penduduk sekitar tempat tersebut kadang kala masih digunakan untuk menenyepi. Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 pada dasarnya terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari dua bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.

Gambaran suasana di petilasan Ratu Boko hanya dapat saya isyaratkan seperti pada gambar berikut :

 

Newbie belajar ride ke Petilasan Ratu Boko

http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka

http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/ratu-boko/
http://candidiy.tripod.com/boko.htm

Iklan

One comment on “Re-memory Goes ke Petilasan Ratu Boko

  1. Assiiikk,,,,,
    Kapan lagi yux sista 🙂

    Sangad ketagihan dengan gowes ria, pa lagi ditempat2 yg menentramkan jiwa, menyegarkan, dapet ilmu dan dijamin PUAS!! hohooo..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s